Kamis, 26 Juni 2014

Menantuku Move On

Catatan Harian
                        Episode: Menantuku Move

25 April 2014.

Pergantian suasana rutinitas pagi. Betapa tidak? Biasanya hari Jum'at  pagi semuanya serba tergesa, agar tak meninggi matahari sampai ditempat kerja.
Tapi pagi ini aku dijemput pergi ke Jakarta untuk sebuah acara...Tra la la ....

Jam tiga sore acara usai, aku dijemput anak lelakiku pulang untuk menginap beberapa hari di rumahnya.
Berkumpul dengan cucu yang lucu, terobatlah rindu.
Tiba malam hari aku rebah, terbawalah ke alam mimpi suasana indah sejak pagi hari tinggalkan rumah.

26 April 2014.

Dini hari rutinitas tak beda dengan di rumah sendiri.
Jam tiga seusai mandi, pelan pelan diatas sajadah kuhampiri Dia dengan merapatkan dahi, sementara di samping kamarkupun besan-ibu dari menantu sudah lebih dahulu menghadap, jauh lebih sholehah dari aku.
Didapur terdengar menantu mencuci gelas, aku tetap diam dikamar hingga ODOJ (One Day One Juz) kholas, setelah itu kucari sapu bergegas.

Ck..ck..ck ..luar biasa menantuku kelola waktu.
Pas usai urusan dapur, balitanya bangun dari tempat tidur, dituntunnya mandi...byur byur.
Setengah tujuh, sambil panaskan mobil dia terus meladeni si kecil sebelum meluncur antar anak yang sulung kesekolah.
Pulang pulang menenteng dua plastik besar, katanya sengaja belok ke pasar.
Si kecil yang dari pagi main denganku-Omanya- tiba tiba pasang badan dikarpet , siap dengar Bundanya  mendongeng, dengan sabar diladeni pula celotehnya dari a sampai zet.
Perkiraanku menantu sejenak rehat, ...eh nyatanya duduk manis depan mesin jahit. " Aku selesaikan PR dari kursus kemarin dulu ya Ma", begitu katanya.
Wouw.....rupanya ada sesuatu yang baru ditekuni.
"Adik mau ikut jemput Teteh apa main sama Oma?" dia tanya pada cucu kecilku. " Ama Oma aja" spontan jawabnya....alhamdulillah cucuku sudah mulai lengket.
Jadilah siang hariku ceria bersama cucu hingga sore, karena bundanya lanjut tunggu kakaknya les piano.
Jam lima mereka baru sampai rumah dan tak buang waktu lagi sikecil digiring kekamar mandi. Aku sendiri dipesan untuk tidak memandikan, permintaannya itu disampaikan berbareng dengan aku  dicegah tak boleh ikut menyapu dan mengepel selama dirumahnya, aku harus benar benar rilek disana, layaknya dia punya tenaga extra, padahal pembantu kini tak lagi ada.
Besan saya juga praktis tak banyak bisa membantu, karena sibuk dengan kegiatan TPA yg dipimpinnya.
Tak lama berselang kami terlibat ngobrol, anak laki lakiku pulang dari tempat kerja. Nah kini menantu pindah perhatian mengurus perlengkapan mandi dan makan suaminya.
Oh, ada yang terlewat. Sebelum maghrib  cucu sulungku harus sudah makan, karena diagnosa dokter gejala diabetes, harus jalani diet. Meski baru gejala , tapi menantu serius dan disiplin dalam menu rendah karbo.
Beruntung anaknya kooperatif, meski jajan apapun tak ada toleransi. Ini pasti awalnya perlu pengawasan yang ketat sekali

Sampai disini pembaca berpikir apa istimewanya bukankah semua ibu rumah tangga begitu kesehariannya?
Ya memang, jika ini sudah dilakoninya sejak awal berumah tangga.
Tapi menantuku baru beberapa bulan berhenti dari kerja di perusahaan asing dan punya posisi pula.
Berhenti atas permintaan suami dari karier yang baru menanjak demi anak.....tak gampang...tapi nyatanya menantuku mampu jadi pemenang. Aku yang separuh usia habis dibelakang meja kerja angkat topi dengan keputusannya dan selang beberapa bulan saja mampu move on.
Penasaran aku ingin tahu bagaimana suasana hatinya, karena 2 hari di sana, nampak dia hepi hepi aja.
Sederhana dia menjawab. "Aku harus realistis Ma, bukankah istri harus menurut apa kata suami, meski meniti karier impianku sejak mahasiswa kini jadi ibu rumah tangga biasa.
MasyaAllah.....'bukan ibu rumah tangga biasa, mbak'  dalam hati aku timpali, tapi menurutku ruarrr biasa....

Pembaca....kusudahi tulisan ini, dengan mengusap airmata. Haru campur bahagia.
Doaku moga Allah hadiahkan kelak surga sesuai janjiNya karena ketaatan pada suaminya, dikaruniakan kesehatan  prima agar aktifitas yang menggunung tetap terjaga dan satu lagi cita-citanya yang sempat dibisikkan padaku, moga terlaksana....aamiin.
Apa itu cita-citanya?... Ahh yang ini rahasia.....pembaca.  :-)

Ps. Ini artikelku yang raih record pembaca terbanyak loooh. Dan foto ini adalah foto kedua anak menantuku :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar